Tuhan menciptakan umat manusia dengan peruntungan, nasib, takdir, impian nya yang berbeda, jalan hiduppun berbeda.
Sebenarnya istilah 'takut' adalah istilah yang membuat suatu hal itu menjadi sangat berat. bagaimana jika 'takut' di ganti dengan 'Waspada'. sama saja ya?
tapi waspada istilah yang masih memiliki sisi positif yang bermakna berhati-hati, lebih bersemangat, dan jangan putus asa.
Kebanyakan mereka berfikir menikah di waktu muda bisa menjadikan masa depan suram, itu hanyalah pikiran orang-orang kolot yang tidak dapat berfikir kedepan.
Cita-cita itu akan selalu tercapai kalau semua masalah kehidupan dapat di atasi dan dapat dikendalikan, maka cita-citamu akan dapat tercapai. Jangan mudah menyerah itulah intinya, be positif thingking !
Sharing pengalaman pribadi soal masa muda yang indah, dengan adanya pernikahan yang sah.
Jumat, 23 Desember 2011
Saat hidup kamu selalu beruntung maka jodoh lah yang akan membawa sial
Judulnya berat yak >_<
Hari ini sehabis membantu teman ngerjain tugas nya, dapet pelajaran unik yang benar-benar sangat logis, maksudnya disini adalah penggambaran suatu kehidupan yang saling melengkapi. misal :
Satu orang SALAH, maka akan ada beberapa orang yang BENAR.
Terus, Apa kaitannya dengan Jodoh??
Pengalaman saya adalah ketika hidup ini serasa enteng bebas dan selalu bisa melakukan apa saja. (saat single tentunya). dan kemudian bertanya, HIDUP KOK GINI-GINI AJA YA?
Maka jawabannya muncul yaitu : seorang jodoh istri ataupun suami, yang akan mengubah kehidupan anda yang "gini-gini aja". itu juga bisa disebut "sial". ya gak?
tapi tentunya sial disini bukan terus anda mendapatkan sial, tapi anda menghadapi suatu tantangan yang tentunya menyeimbangkan kesialan tersebut. bersemangatlah.. !
Hari ini sehabis membantu teman ngerjain tugas nya, dapet pelajaran unik yang benar-benar sangat logis, maksudnya disini adalah penggambaran suatu kehidupan yang saling melengkapi. misal :
Satu orang SALAH, maka akan ada beberapa orang yang BENAR.
Terus, Apa kaitannya dengan Jodoh??
Pengalaman saya adalah ketika hidup ini serasa enteng bebas dan selalu bisa melakukan apa saja. (saat single tentunya). dan kemudian bertanya, HIDUP KOK GINI-GINI AJA YA?
Maka jawabannya muncul yaitu : seorang jodoh istri ataupun suami, yang akan mengubah kehidupan anda yang "gini-gini aja". itu juga bisa disebut "sial". ya gak?
tapi tentunya sial disini bukan terus anda mendapatkan sial, tapi anda menghadapi suatu tantangan yang tentunya menyeimbangkan kesialan tersebut. bersemangatlah.. !
Selasa, 20 Desember 2011
Rasanya menjadi Ayah dan Bunda 'MUDA'
Pernah punya mimpi punya anak saat usia muda? *segeralah menikah...*
hari ini dari puskesmas saya hendak periksa gigi, kebetulan ada imunisasi balita massal, wah rasannya udah seperti di kerumuni balita yang seling berganti menangis setelah di imunisasi, kebanyakan ibunda dari bayi itu pun masih muda, tapi beberapa sudah berusia tidak muda lagi, beberapa saat kemudian saya bertanya pada salah satu ibu yang sedang menggendong anak nya, dan satunya yang kecil sudah bisa jalan pegangan kaki ibu nya.
"maaf bu, boleh ngobrol sebentar sambil nunggu giliran nanti di panggil"
"silahkan mas, santai aja"
"kelihatannya anak ibu sehat2 ya.."
"Alhamdulillah mas, mas nya ke puskesmas mau di imunisasi juga ya?"
"Oh nggak bu, saya mau periksa gigi, umur berapa bayi nya bu?"
"umur 3 bulan mas"
"Wah masih baru ya.."
"hahaha iya mas, mas udah punya istri?"
"udah bu, istri saya di rumah"
"oh kok ga di ajak?"
"Kebetulan lagi kuliah"
"Ohh.. wah saya di panggil, duluan ya mas.."
Jadi intinya apaan ya obrolan di atas?? hahaha...
#intinya ibunda yang masih muda itu pasti lebih bahagia, karena bersama-sama menempuh masa depan bareng anak-anaknya.. begitulah.. :D
hari ini dari puskesmas saya hendak periksa gigi, kebetulan ada imunisasi balita massal, wah rasannya udah seperti di kerumuni balita yang seling berganti menangis setelah di imunisasi, kebanyakan ibunda dari bayi itu pun masih muda, tapi beberapa sudah berusia tidak muda lagi, beberapa saat kemudian saya bertanya pada salah satu ibu yang sedang menggendong anak nya, dan satunya yang kecil sudah bisa jalan pegangan kaki ibu nya.
"maaf bu, boleh ngobrol sebentar sambil nunggu giliran nanti di panggil"
"silahkan mas, santai aja"
"kelihatannya anak ibu sehat2 ya.."
"Alhamdulillah mas, mas nya ke puskesmas mau di imunisasi juga ya?"
"Oh nggak bu, saya mau periksa gigi, umur berapa bayi nya bu?"
"umur 3 bulan mas"
"Wah masih baru ya.."
"hahaha iya mas, mas udah punya istri?"
"udah bu, istri saya di rumah"
"oh kok ga di ajak?"
"Kebetulan lagi kuliah"
"Ohh.. wah saya di panggil, duluan ya mas.."
Jadi intinya apaan ya obrolan di atas?? hahaha...
#intinya ibunda yang masih muda itu pasti lebih bahagia, karena bersama-sama menempuh masa depan bareng anak-anaknya.. begitulah.. :D
Rabu, 14 Desember 2011
Lirik lagu yang sangat mengispirasi
Bruno Mars - Marry You
It's a beautiful night
We're looking for something dumb to do
Hey baby
I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes
Or is it this dancing juice?
Who cares, baby
I think I wanna marry you
Well, I know this little chapel
On the boulevard we can go
No one will know
Oh, come on girl
Who cares if we're trashed
Got a pocket full of cash we can blow
Shots of patron
And it's on, girl
Don't say no, no, no, no, no
Just say yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
And we'll go, go, go, go, go
If you're ready, like I'm ready
I'll go get a ring
Let the choir bells sing like
Ooh, so what ya wanna do?
Let's just run, girl
If we wake up and you
Wanna break up, that's cool
No, I won't blame you
It was fun, girl
#Jika kita siap maka menikah lah... semua itu hanya seperti lari .. cepat dan mudah... jika terjadi sebuah masalah, selesaikan dengan cara yang menyenangkan.. *mungkin itu sedikit cuplikannya* semoga berkenan di hati anda semua...
Menikah itu indah kok, daripada pacaran sembunyi-sembunyi
Pernah gak orang tua kita bilang "Jangan Pacaran, Pokokknya ga boleh pacaran!" , sering sekali banyak orang tua yang bilang begitu, tapi sebarnya itu salah, seharusnya mereka bilang "Kalo memang udah sreg sama seorang cewek, dan cewek itu mau hidup sama kamu, yaudah nikah aja", ini orang tua yang sebenarnya benar, dalam hal ini sosok orang tua juga harus siap dikala ternyata anaknya mau "Menikah Muda". karena menikah itu hal yang halal dan masalah yang di hadapi justru lebih mendewasakan pada kedua belah pihak.
Menikah itu indah , maksudnya adalah hubungan cinta yang terjalin dengan sesuatu yang sah, maka itu akan lebih indah dan apapun yang akan kita lakukan tidak harus dengan Gelap-gelapan. pandangan orang lain terhadap kita (yang sudah menikah) pun akan berbeda dengan memandang kita yang masih status ga jelas (pacaran).
"Mau di bawa kemana?", pacaran, saling menjalin hubungan cinta, yang ternyata itu justru malah menjerumuskan kita kedalam ke-Galau-an yang sebenarnya itu tidak harus terjadi pada anak muda jaman sekarang. coba deh kamu melakukan sebuah hubungan yang endingnya itu jelas.
2 jenis pacaran yang sudah saya alami dan ini hampir dua-duanya berujung sakit hati :
LDR : pacaran jarak jauh yang memang tergolong elit untuk saat ini, pacaran jenis ini trend sejak adanya surat pos, sampai sekarang BBM, sms, fb, twit, dll. dan saya mengalami gagal di tengah jalan, karena salah satu pihak akan selalu di rugikan. misal pulsa yang sampai memakan uang saku. hingga akhirnya malah stres sendiri, ataupun hubungan yang "tergantung pada sinyal".berat memang,.
Poligami : Pacaran ini perlu skill yang cukup pintar untuk dilakukan, sudah sering saya lakukan hingga 3 cewek saya gandeng, tapi ini benar2 jenis pacaran yang berat, dikala keadilan dan pancasila tidak diterapkan maka akan susah untuk mencapai kemerdekaan, dan akhirnya perang dunia akhirat pun bisa terjadi.
Gerakan ini bukan mengajak kalian yang pacaran untuk sebaiknya menikah muda, bukan!
ini hanya sharing pengalaman menikah muda yang indah begitu ya,
I'll be back soon....
Menikah itu indah , maksudnya adalah hubungan cinta yang terjalin dengan sesuatu yang sah, maka itu akan lebih indah dan apapun yang akan kita lakukan tidak harus dengan Gelap-gelapan. pandangan orang lain terhadap kita (yang sudah menikah) pun akan berbeda dengan memandang kita yang masih status ga jelas (pacaran).
"Mau di bawa kemana?", pacaran, saling menjalin hubungan cinta, yang ternyata itu justru malah menjerumuskan kita kedalam ke-Galau-an yang sebenarnya itu tidak harus terjadi pada anak muda jaman sekarang. coba deh kamu melakukan sebuah hubungan yang endingnya itu jelas.
2 jenis pacaran yang sudah saya alami dan ini hampir dua-duanya berujung sakit hati :
LDR : pacaran jarak jauh yang memang tergolong elit untuk saat ini, pacaran jenis ini trend sejak adanya surat pos, sampai sekarang BBM, sms, fb, twit, dll. dan saya mengalami gagal di tengah jalan, karena salah satu pihak akan selalu di rugikan. misal pulsa yang sampai memakan uang saku. hingga akhirnya malah stres sendiri, ataupun hubungan yang "tergantung pada sinyal".berat memang,.
Poligami : Pacaran ini perlu skill yang cukup pintar untuk dilakukan, sudah sering saya lakukan hingga 3 cewek saya gandeng, tapi ini benar2 jenis pacaran yang berat, dikala keadilan dan pancasila tidak diterapkan maka akan susah untuk mencapai kemerdekaan, dan akhirnya perang dunia akhirat pun bisa terjadi.
Gerakan ini bukan mengajak kalian yang pacaran untuk sebaiknya menikah muda, bukan!
ini hanya sharing pengalaman menikah muda yang indah begitu ya,
I'll be back soon....
Selasa, 13 Desember 2011
Perbedaan yang signifikan antara kawin muda dan tua
Maaf sebelumnya bila judul postingan ini agak membandingkan antara muda dan tua, kami dsini hanya ingin berbagi tentang pandangan beberapa orang tentang perbedaan itu.
Menikah pada usia muda, dalam konteks kehidupan jaman modern dan serba canggih tentu sangat mempengaruhi pola hidup anak muda saat ini, mulai dari komunikasi hingga aktifitas sehari-hari, maksud kami dsini itu bukan hanya pengaruh, itu bisa juga jadi hal yang bisa di manfaatkan oleh kalangan muda, untuk lebih sering berkomunikasi dengan pasangannya, tentunya dengan kesadaran bahwa pasangan hidupnya sekarang adalah pasangan hidupnya nanti hingga akhir hayat. dan yang masih muda pun selalu bisa mempelajari teknologi yang baru.
berbeda lagi dalam konsteks "setelah mempunyai anak" saat usia kita muda dan sudah mempunyai anak tentunya bisa menjadi pengalaman unik selama masa muda nya juga untuk bekal di hari tua agar stress bisa terisolir atau bahkan rileks saat hari tua nanti, anakpun masih bisa kita rangkul sebagaimana teman kita karena kita pun masih berjiwa muda.
Menikah pada usia tua, usia tua yang saya maksud dsini adalah tua yang dalam arti sudah tidak berjiwa muda dan bertubuh muda, pada usia semi-produktif usia tua justru cenderung memikirkan hidupnya bagaimana agar terus hidup, dalam konsteks zaman, "yang tua akan selalu di tinggalkan" ini istilah karena terkadang mereka meninggalkan apa yang namanya BELAJAR, mereka cenderung mengandalkan pengalaman mereka, sehingga mungkin jika pengalamannya buruk maka hasilnya pun berantakan.
dalam konteks "memiliki anak" pada usia tua *baru*. akan lebih susah mengurus nya karena tenaga mereka mungkin tidak sanggup untuk menopang berat bayi (tidak semuanya...), dalam pertumbuhan sang anak pun akan mempengaruhi mental mereka, kok orang tua saya "Tua".
(begitulah yang terjadi pada pemikiran anak jaman sekarang).
Mungkin jika tulisan ini kurang berkenan saya mohon maaf... Keep Young Spirit !!
Menikah pada usia muda, dalam konteks kehidupan jaman modern dan serba canggih tentu sangat mempengaruhi pola hidup anak muda saat ini, mulai dari komunikasi hingga aktifitas sehari-hari, maksud kami dsini itu bukan hanya pengaruh, itu bisa juga jadi hal yang bisa di manfaatkan oleh kalangan muda, untuk lebih sering berkomunikasi dengan pasangannya, tentunya dengan kesadaran bahwa pasangan hidupnya sekarang adalah pasangan hidupnya nanti hingga akhir hayat. dan yang masih muda pun selalu bisa mempelajari teknologi yang baru.
berbeda lagi dalam konsteks "setelah mempunyai anak" saat usia kita muda dan sudah mempunyai anak tentunya bisa menjadi pengalaman unik selama masa muda nya juga untuk bekal di hari tua agar stress bisa terisolir atau bahkan rileks saat hari tua nanti, anakpun masih bisa kita rangkul sebagaimana teman kita karena kita pun masih berjiwa muda.
Menikah pada usia tua, usia tua yang saya maksud dsini adalah tua yang dalam arti sudah tidak berjiwa muda dan bertubuh muda, pada usia semi-produktif usia tua justru cenderung memikirkan hidupnya bagaimana agar terus hidup, dalam konsteks zaman, "yang tua akan selalu di tinggalkan" ini istilah karena terkadang mereka meninggalkan apa yang namanya BELAJAR, mereka cenderung mengandalkan pengalaman mereka, sehingga mungkin jika pengalamannya buruk maka hasilnya pun berantakan.
dalam konteks "memiliki anak" pada usia tua *baru*. akan lebih susah mengurus nya karena tenaga mereka mungkin tidak sanggup untuk menopang berat bayi (tidak semuanya...), dalam pertumbuhan sang anak pun akan mempengaruhi mental mereka, kok orang tua saya "Tua".
(begitulah yang terjadi pada pemikiran anak jaman sekarang).
Mungkin jika tulisan ini kurang berkenan saya mohon maaf... Keep Young Spirit !!
Tentang GKMI
Blog ini di buat dengan dasar pengalaman hidup jadi jangan permasalahkan apa yang saya tulis, dengan ketentuan agama ataupun undang-undang.
Menikah muda saat usia 19 tahun, memang agak membebani hidup kita (dan istri saya). dan pandangan orang-orang pun seorang pria dengan usia 19 tahun itu.. "Bisa Apa sih dia?", begitu pula sebaliknya berbalik pandangan kepada sang istri yang juga masih usia 19 tahun, "Emang siap?".
Sebenarnya yang menjadi beban adalah pemikiran orang-orang itu sendiri, mengapa mereka tidak membayangkan bagaimana kalau "mereka" atau pun "anda yang berfikiran sama" , merasakan pada posisi kami, kami hanya menikah dengan sah, "Apa itu salah?".
Secara pribadi Blog ini memang agak sedikit berisi "Curhat anak muda..." tapi dalam hal resmi dan bukan hanya permainan cinta yang ujungnya entah kemana tidak jelas.
Akan terus berlanjut, apa yang saya alami dalam hal "KAWIN MUDA" ini..
Menikah muda saat usia 19 tahun, memang agak membebani hidup kita (dan istri saya). dan pandangan orang-orang pun seorang pria dengan usia 19 tahun itu.. "Bisa Apa sih dia?", begitu pula sebaliknya berbalik pandangan kepada sang istri yang juga masih usia 19 tahun, "Emang siap?".
Sebenarnya yang menjadi beban adalah pemikiran orang-orang itu sendiri, mengapa mereka tidak membayangkan bagaimana kalau "mereka" atau pun "anda yang berfikiran sama" , merasakan pada posisi kami, kami hanya menikah dengan sah, "Apa itu salah?".
Secara pribadi Blog ini memang agak sedikit berisi "Curhat anak muda..." tapi dalam hal resmi dan bukan hanya permainan cinta yang ujungnya entah kemana tidak jelas.
Akan terus berlanjut, apa yang saya alami dalam hal "KAWIN MUDA" ini..
Pertanyaan yang selalu muncul "Kenapa kawin muda?"
3 Hari yang lalu, setelah semua rencana matang untuk melaksanakan pernikahan, dan tentunya juga akan segera menyebarkan berita gembira ini kepada saudara/teman/sahabat ataupun mantan pacar(putus di jalan).
Akan ada banyak sekali pertanyaan yang muncul dari mereka soal berita ini.
Pertanyaan yang sering muncul adalah :
Akan ada banyak sekali pertanyaan yang muncul dari mereka soal berita ini.
Pertanyaan yang sering muncul adalah :
"Kok buru2? itu benar kamu positif mau nikah?"
Seakan mereka hampir tidak percaya. ada lagi :
"Terus kuliah kamu gimana?"
ini untuk yang masih kuliah. juga ada :
"Emang kamu udah kerja? terus hidup kamu gimana?"
ini pertanyaan yang (sebagian besar) rada sulit untuk di jawab.
Tanggapan dari mereka sepatutnya memang berbeda-beda, bahkan ada yang sampai membayangkan bagaimana orang yang mau nikah itu nantinya, jawab aja sesuai kata hati kamu dan dengan benar tentunya. biar mereka juga ikut merasakan bahagia nya NIKAH MUDA itu..
Tanggapan dari mereka sepatutnya memang berbeda-beda, bahkan ada yang sampai membayangkan bagaimana orang yang mau nikah itu nantinya, jawab aja sesuai kata hati kamu dan dengan benar tentunya. biar mereka juga ikut merasakan bahagia nya NIKAH MUDA itu..
Langganan:
Postingan (Atom)
